SEBUAH KISAH NYATA AGAR TETAP SEMANGAT MENGEJAR IMPIAN

GADIS KURANG MAMPU BISA LULUS KULIAH DENGAN PREDIKAT CUM LAUDE

Ini adalah sebuah kisah seorang perempuan yang baru menyelesaikan SMA-nya. Dia adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga yang pas-pasan. Di mana untuk biaya hidupnya saja sang Ayah harus pontang-panting kerja hampir 24 jam. Sang anak sadar akan kondisi keluarganya itu. Namun itu tidak mematahkan semangatnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Walaupun biaya yang dikeluarkan pasti akan lebih banyak lagi.

Kisah nyata agar tetap semangat mengejar impian
Anak bungsu dari 3 bersaudara ini memang cukup pintar, saat masih SMA pun ia bersekolah menggunakan jalur beasiswa sehingga tidak membebani sang Ayah saat itu. Dan kini ia ingin melanjutkan kuliah. Awalnya sang Ayah keberatan dengan keputusan yang diambil sang anak karena kondisi keuangan yang minim. Lebih baik kerja usulnya agar bisa membantu beliau. Namun sang anak tetap bersikeras ingin kuliah.
Kondisi keluarga saat itu juga sedang ditimpa banyak ujian. Sang Ibu sudah 10 tahun terakhir hanya diam di kamar menjadi seorang pesakitan dan Ayahnyalah yang setiap hari berjuang untuk keluarga menjadi kepala rumah tangga sekaligus ibu rumah tangga. Anak laki-laki pertama memang sudah bekerja namun ia jarang berada di rumah. Setiap pulang kerja pasti selalu main dengan teman kerjanya menghabiskan uang gaji selama sebulan. Dan kakak perempuan yang kedualah yang selalu menjaga sang Ibu sambil bekerja di sebuah lembaga pendidikan yang gajinya tidak seberapa. Hanya cukup untuk biaya hidupnya sendiri.
Si bungsu pun terus mencari cara agar bisa kuliah. Akhirnya ia mencari informasi untuk jalur beasiswa. Beberapa kali mengajukan aplikasi, dan akhirnya ia pun mendapatkannya. Dia kuliah di Universitas terkenal di kotanya, mengambil jurusan pendidikan Akuntansi. Kemudian ia pun bisa menyelesaikan kuliah selama 4 tahun tanpa harus membebani kondisi keuangan keluarga saat itu.
Kini sang ayah menatap bangga pada putri kecilnya yang kini sudah beranjak dewasa, karena dalam keluarganya hanya dia yang bisa menyelesaikan gelar sarjananya dan lulus dengan predikat cum laude. Sang Ayah tampak berkaca-kaca melihat foto wisuda anak bungsunya itu. Sang Ayah juga tampak menyesali dulu ia sering mencegah putri bungsunya untuk kuliah dan menyuruhnya bekerja saja. Namun sekarang semua sudah tergantikan dengan rasa bangga.
Perempuan itu kini bekerja sebagai guru di sebuah sekolah swasta yang elite dan tak lagi dianggap menjadi beban keluarga. Sekarang ia sudah mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri.
***
Terkadang kita memilih untuk menyerah pada keadaan yang malah membuat kita akan dipermainkan oleh keadaan itu sendiri. Namun ketika kita memilih untuk berjuang agar mendapatkan yang kita ingin atau mengejar apa yang menjadi mimpi kita, saat itulah Allah akan memberikan jalan meski harus melalui jalan yang sulit sekalipun.
Seperti dalam surat Al Insyirah ayat 1-8 dikatakan “Bukankah kami telah melapangkan dadamu. Dan Kami pun telah menurunkan bebanmu darimu. Yang memberatkan punggungmu. Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”
Bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan serahkan segala urusan pada Allah. Tetap berjuang untuk menggapai mimpi. Jangan sampai dipermainkan oleh keadaan. Harus kita yang mengendalikan keadaan. Selamat berjuang ^_^

About Retno P.

Seorang ibu rumah tangga berasal dari Bandung yang memiliki hobi menulis. Ingin menyampaikan ide-ide ceritanya dalam sebuah karya tulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *