PERSAHABATAN YANG TERJALIN SEJAK KECIL

Hari ini adalah tepat aku berumur 18 tahun. Dan pada hari ini seperti tahun-tahun sebelumnya ayah dan ibu seperti sudah mempunyai jasa besar padaku karena sudah memberikan pesta ulang tahun dan hadiah mewah padaku. Padahal bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin waktu kalian untukku.
Sempat ku berfikir pada ulang tahun ke 17 tahun kemarin. Aku tidak mau menjadi dewasa. Aku ingin selamanya menjadi anak kecil yang punya kebebasan bermain, berekspresi dan juga mendapatkan perhatian ayah, ibu seutuhnya. Aku ingin waktu ayah dan ibu untukku karena sekarang ayah dan ibu seperti tidak punya waktu untuk anaknya sendiri. Anak semata wayangnya ini.
“Hei! Ngelamun aja Bil. Ayo dong senang-senang. Ini kan pestamu” Sapa Karina sahabatku sejak kecil membuyarkan lamunanku.
Karina adalah anak sopir ayahku dan ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah. Kami besar bersama. Karina sudah seperti kakak bagiku walau beda umur kami hanya beberapa bulan dan ibunya malah sudah seperti ibuku. Tak ada yang kusembunyikan atau tak ada yang dapat aku sembunyikan dari Karina. Dan kami juga selalu satu sekolah sejak SD, SMP dan kini SMA pun kami selalu satu sekolah walaupun tidak satu kelas tapi setiap pulang sekolah kami selalu bersama.
“Lihat dech Rin. Ayah dan Ibu. Lagaknya seperti sudah punya jasa besar saja karena membuat pesta ulang tahun yang mewah seperti ini. Aku muak pada mereka Rin” aku menunjuk ayah dan ibu yang sedang menyambut tamu teman koleganya.
Ayahku bekerja sebagai anggota dewan dan ibu adalah pemilik sebuah sekolah ternama di kota ini. Jadi hari-harinya selalu disibukan dengan agenda-agenda anggota dewan dan rapat-rapat sekolah. Sehingga tak ada waktu untukku.
“Kau ini Nabila. Jangan seperti itu pada orangtuamu sendiri. Mereka juga bekerja untuk bisa menghidupimu dengan layak.”
“Tapi aku nggak suka pada sikap mereka yang arogan dan juga mereka menghalangi hubunganku dengan Raditya. Aku sebal Rin.” Jawabku sedikit meninggikan suara.
Diulang tahunku yang 18 ini hanya Raditya yang bisa membuatku merasa ingin menjadi dewasa, merasakan cinta. Dan dialah yang membuat hidupku lebih berarti tapi ayah dan ibu malah melarang hubungan kami hanya karena dia anak seorang padagang kecil yang katanya tidak punya masa depan.
“Tapi orang tuamu benar Bila. Radit itu orangnya nggak bener. Dia itu playboy, banyak cewe di sekolah yang sakit hati gara-gara dia. Aku juga nggak setuju kamu pacaran sama dia. Aku lebih setuju kamu sama Andes, pria pilihan ayahmu itu yang sudah mapan dan berakhlak bagus.”
“Tapi aku mencintainya Rin. Cuma dia yang bisa membuatku merasa hidup. Aku merasa nyaman berada bersamanya. Ditengah rasa muakku pada ayah dan ibu yang tidak punya waktu bersamaku hanya dia yang bisa mengerti perasaanku.”
Terjadi perdebatan kecil dipesta yang besar antara aku dan Karina. Namun aku berusaha untuk tidak menghiraukan perkataan mereka karena aku sudah merasa yakin pada Radit. Aku pun mulai menjauhi Karina.

 

Persahabatan yang terjalin sejak kecil

***
Hari minggu berikutnya aku dan Radit berencana untuk pergi bersama menikmati kedekatan kami. Tapi hari itu ada sesuatu yang aneh dengan Radit. Malam itu dia mengajaku ke klub malam dan menawariku yang aku tau itu adalah narkoba, ganja.
Sontak aku kaget dan ingin segera pergi dari tempat itu tapi Radit memaksa dan meyakinkanku bahwa itu adalah aman. Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? Aku takut dan terbersit ingatan akan perdebatan aku dengan Karina minggu lalu yang memberi tahuku bahwa Radit itu memang tidak baik. Betapa bodohnya aku tidak percaya pada sahabatku sendiri. Aku menyesal. Andai Karina ada di sini pasti dia akan membawaku keluar dari sini.
Aku terus mencoba mencari cara agar bisa keluar dari klub malam tersebut tapi usahaku sia-sia karena ini sudah wilayah kekuasaan dia. Namun, entah dari mana Karina datang bersama Andes dan berusaha membawaku yang sudah mulai mabuk karena narkoba yang sudah Radit jejali padaku.
Dalam setengah sadar aku tahu terjadi pertengkaran dan perkelahian di sana. Kemudian aku mendengar suara sirine polisi. Dan kesadaranku mulai hilang. Aku pingsan.

***
Paginya aku terbangun dan sudah berada di kamarku sendiri dengan keadaan sangat pusing dan di sampingku ada Karina. Tertidur menemaniku semalaman.
“Rin. Kamu tidur di sini semalaman?” tanyaku sambil membangunkan Karina.
Sambil mengucek-ngucek matanya ia pun menjawab “Kau sudah sadar Bila?. Alhamdulillah. Aku khawatir banget sama kamu. Kamu nggak apa-apa kan?”
Dia malah menanyakan kabarku terlebih dulu. Dan dia pun menceritakan semua kejadian tadi malam. Ternyata Radit adalah seorang pengedar narkoba. Mungkin karena kondisi keluarganya yang pas-pasan dia pun mencari uang tambahan dengan menjadi pengedar dan targetnya adalah wanita-wanita yang menyukai dia. Dengan bermodal ketampanannya dia bisa banyak menggaet banyak wanita untuk bisa menjadi komsumennya. Sampai ketagihan.
Malam itu Radit ditangkap polisi. Dan ternyata selama ini ayah dan ibu menyuruh Karina untuk mengawasi dan menjagaku dari orang-orang seperti Radit. Aku bisa selamat dari kejadian tadi malam karena Karina selalu mengwasiku dan mengikutiku tanpa kau sadar.
Walaupun begitu aku tahu kasih sayang dan perhatian Karina bukan sekedar perintah dari ayah dan ibu itu tulus karena kita sudah bersahabat sejak kecil. Aku beruntung memiliki sahabat seperti dia.
Tak lama kemudian ayah, ibu dan Andes datang melihat keadaanku.
“Maafkan ibu nak yang tidak memperhatikanmu selama ini. Kemarin Karina cerita soal pesta kemarin. Mulai sekarang ibu akan selalu ada untuku sayang.” Ibu tiba-tiba nyerocos meminta maaf.
Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam mengungkapkan kasih sayangnya. Selama ini ayah dan ibu sayang sama aku, hanya saja caranya bukan yang seperti aku inginkan. Mereka mungkin berfikir dengan uang aku akan bahagia padahal tetap kebersamaan adalah yang terpenting.
Dan Karina, saat pesta ulang tahun seminggu yang lalu sempat aku membenci dia karena dia membela ayah dan ibu. Selama seminggu aku tidak bertegur sapa dengannya dan menjaga jarak denganya. Namun semua perlakuan kasarku tidak dia hiraukan yang dia lakukan tetap berusaha menjadi sahabat terbaik.
Seorang sahabat akan selalu ada saat senang dan susah, dan akan selalu mengingatkan saat sahabatnya melakukan kesalahan. Juga saling menjaga satu sama lain. Walau sahabatnya itu memusuhinya. Itulah yang dilakukan Karina. Kini aku juga akan melakukan hal sama padanya. Karena kita best friend forever.
Dan akhirnya aku mengikuti saran Karina untuk memilih Andes sebagai pasangan hidupku kelak.
***

About Retno P.

Seorang ibu rumah tangga berasal dari Bandung yang memiliki hobi menulis. Ingin menyampaikan ide-ide ceritanya dalam sebuah karya tulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *