Cerpen Horor: Jangan Lihat Cermin!

Di Cerpen Horor, Cerpen Korea 559 views

Judul Cerpen: Jangan Lihat Cermin
Cerpen karangan: m. Andhika pratama
Kategori: cerpen horor (hantu), cerpen korea

Suatu hari pada distrik gangnam, pada sebuah rumah mewah terlihat 4 orang remaja putri yg sedang berdiskusi buat membuat tugas proyek sains yang diberikan oleh pengajar mereka. Mereka mengerjakannya menggunakan serius sekali waktu mereka bercanda buat menghasilkan suasa menjadi hangat.

“teman-sahabat, tugas proyeknya susah banget ya.” istilah ji-hyo. “iya sahih. Kita aja ngerjainnya baru hingga tahap sketsa. 3 hari lagi telah mau dikumpulkan.” jawab so-yeon. “makanya kita wajib fokus ngerjainnya. Jangan banyak bermain lagi sekarang.” kata na-ra. “sahih tu istilah na-ra. Ngomong-ngomong kalian nggak haus?” tanya yoo-na. “ya hauslah. Lapar juga.” jawab so-yeon.”baiklah. Saya mau ke dapur dulu buat mengambil minuman serta kuliner.” kata yoo-na. “baiklah. Buruan yoo-na.” jawab so-yeon. “oke.” jawab yoo-na sembari beranjak menuju dapur. Yoo-na pun pulang ke dapur buat mengambil makanan serta minuman.

Pada dapur, saat yoo-na ingin balik keruang tengah, tidak sengaja ia menabrak tumpukan kardus pada sudut tepi gudang. Sebab tumpukan kardus tersebut berhamburan kemana-mana, yoo-na pun meminta bantuan kepada sahabat-temannya buat membantunya membereskan kardus-kardus yg berserakkan tadi.

“teman-sahabat, bantuin aku .” kata yoo-na. “bantuan apa yoo-na?” tanya so-yeon. “maaf. Tumpukan kardusnya berhamburan. Tolong bantu saya membereskannya.” jawab yoo-na. “kenapa bisa jadi gini?” tanya so-yeon. “maaf. Tersebut saya nggak sengaja menabraknya.” jawab yoo-na. “baiklah. Ngomong-ngomong itu pintu apa?” tanya so-yeon. “entahlah. Yg punya rumah ini kan kamu. Kenapa tanya ke kami?” jawab ji-hyo. “saya bertanya-tanya menggunakan ruangan itu.” istilah so-yeon. “saya pula penasaran. Tapi sebaiknya jangan dibuka deh pintu itu.” istilah na-ra. “kenapa?” tanya so-yeon. “engkau nggak lihat ada perintah yang tertempel pada pintu itu?” jawab na-ra. Perintah yang tertempel di pintu tersebut adalah larangan, yg berbunyi “jangan masuk ke ruangan ini Jika tidak ingin celaka.” “paling itu hanya candaan, mungkin itu jadi ruang kerja sebelum saya pindah kesini. Mungkin itu ruang seperti laboratorium. Makanya dihentikan masuk supaya tidak celaka.” ujar so-yeon. “kalian ini, mau buka pintu saja wajib diskusi dulu. Izin aku saja yg buka pintunya.” istilah ji-hyo. Ji-hyo pun membuka pintu tadi dan melihat ruangan yang bewarna merah serta hanya terdapat satu benda yaitu cermin.

“mengerikan sekali ruangan ini. Cuma terdapat sebuah cermin.” istilah ji-hyo. “cermin? Dimana?” tanya yoo-na. “pada pada, cerminnya rupawan banget.” jawab ji-hyo. Yoo-na pun mengambil cermin tadi dan membawanya ke kamar so-yeon. Kemudian, dia kembali ke dapur buat membereskan kardus-kardus yang berhamburan tadi.

Keesokan harinya, ketika yoo-na terselesaikan mandi, ia pun ingin bercermin buat berdandan. Namun anehnya, cermin tadi menghilang berasal kamar so-yeon. Yoo-na pun berprasangka kalau cermin itu dibawa sahabat-temannya. “so-yeon, so-yeon!” teriak yoo-na. “apa!” sahut so-yeon. “so-yeon, apa kamu yg pinjam cerminku?” tanya yoo-na. “entahlah. Saya nggak ada gunakan. Coba tanya dengan yg lain.” jawab so-yeon. “baiklah. Bila begitu aku tanya menggunakan yg lainnya.” istilah yoo-na.

Yoo-na pun bertanya pada ji-hyo serta na-ra. Namun mereka tidak terdapat yang menggunakan cermin yoo-na. Karena tidak menemukan cerminnya, yoo-na pun ngomel-ngomel sendiri serta pribadi masuk ke kamar. Anehnya, ketika yoo-na masuk kembali ke dalam kamar, yoo-na pun melihat cermin tersebut tergantung rapi di atas meja kawasan make up so-yeon. Yoo-na pun merasa aneh dan berpikir sejenak. Pada pikirannya, beliau berpikir siapa yg memakai cerminnya jikalau bukan temannya. Lumayan lama dia berpikir, yoo-na pun memutuskan buat melupakan peristiwa itu serta langsung berdandan di depan cermin tadi. Tidak usang kemudian, so-yeon serta sahabat lainnya subuk mencari yoo-na sebab menghilang entah kemana.

“ji-hyo, engkau terdapat lihat kemana yoo-na?” tanya so-yeon. “nggak lihat. Tersebut pagi sih terdapat di kamar. Beliau sibuk berdandan.” jawab ji-hyo. So-yeon pun pergi menuju kamar buat memeriksa apakah yoo-na ada pada kamar. Namun ketika so-yeon membuka pintu kamar, beliau berteriak sebab melihat genangan darah pada lantai. Ji-hyo serta na-ra pun menghampiri yoo-na. “ada apa yoo-na?” tanya na-ra. “itu, itu genangan darah. Dan itu terdapat bando selera yoo-na.” jawab so-yeon.

Ji-hyo pun mengambil bando milik yoo-na serta melihat ke arah cermin. Ji-hyo kaget karena melihat sesosok perempuan berpakaian putih berada pada belakangnya. Perempuan tersebut pun meneriaki istilah “engkau yg akan mati selanjutnya.” terus menghilang. Ji-hyo pun ketakutan serta ingin ke luar, tiba-tiab saja pintu kamar tertutup sendiri. Ji-hyo pun berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar. Dari luar, so-yeon dan na-ra berusaha buat membuka pintu tersebut. Namun tidak berhasil terbuka juga. Ketika so-yeon serta na-ra terus mencoba pintu kamar, bunyi ji-hyo sudah tidak terdengar lagi asal pada kamar. Datang-tiba saja pintu kamar terbuka sendiri. Namun tidak terlihat ada ji-hyo di pada. So-yeon hanya menemukan pita rambut yang dipakai ji-hyo ketika itu. Terus, so-yeon pula menemukan secarik kertas pada atas meja. So-yeon pun mengambil kertas tersebut serta membukanya. Ternyata ditulih oleh ji-hyo, kertas tersebut berisikan istilah-kata “kembalikan cermin itu ke daerah semula. Kemudian musnahkan.” tanpa pikir panjang, na-ra pun langsung merogoh cermin tadi serta buru-buru pulang ke tempat dimana mereka menemukan cermin tersebut.

Sesampainya di tempat tersebut, na-ra langsung bawa masuk ke dalam ruangan untuk meletakan cermin yg dia bawa. Sesudah itu, na-ra pun ingin ke luar. Tetapi tiba-tiba pintu tertutup sendiri sama halnya menggunakan peristiwa ji-hyo. Na-ra berteriak sambil menggedor-gedor pintu. Sedangkan so-yeon mencoba membuka pintu tersebut. Pintunya pun terbuka. Namun na-ra telah termasuk ke dalam cermin tadi serta hanya meninggalkan kacamata yang dipakai na-ra. So-yeon pun mengambil kacamata tersebut serta lagi-lagi pintu pun tertutup. So-yeon yang ketakutan lantas membuka pintu ruangan tersebut. Tiba-tiba saja, beliau melihat seorang wanita berada pada dalam cermin. Wanita tadi pun mengatakan “sekarang giliran engkau .” so-yeon ketakutan hinggai dia tidak mampu berpikir. Wanita yg ada pada dalam cermin tadi semakin mendekat serasa ingin keluar berasal cermin. So-yeon pun eksklusif menggambil ponselnya dan melemparkannya ke cermin. Cermin tadi retak serta perempuan yg terdapat pada dalam cermin tersebut berteriak “tak!” cermin tersebut pun hancur berkeping-keping. So-yeon mampu bernapas lega sejenak. Tetapi, datang-tiba lampu ruangan tersebut mati. Ruangan tadi terasa terguncang dan waktu itu so-yeon mendengar bunyi wanita yg berbisik pada telinganya “tunggu kematian engkau .” mendengar hal itu, so-yeon pun berteriak histeris.

Keesokan harinya, mereka berempat terbangun. Ternyata, kejadian yg mencekam itu adalah mimpi mereka. Tetapi anehnya, saat mereka sepenuhnya sadar, mereka berempat melihat ada sebuah cermin di atas meja daerah mereka belajar. Mereka pun terdiam sejenak dan tiba-tiba lampu meninggal. Mereka pun mendengan suara wanita berkata “hai, semuanya. Bersiaplah buat menyaksikan kematian kalian!” berasal dalam cermin tadi. Mendengar bunyi itu, mereka berempat pun berteriak ketakutan.

The end

Cerpen karangan: m. Andhika pratama
Facebook: andhika pratama (dhika)

Cerita don’t look the mirror merupakan cerita pendek karangan m. Andhika pratama, kamu dapat mengunjungi laman khusus penulisnya buat membaca cerpen cerpen teranyar buatannya.

Incoming search terms:

  • cerpen horor
  • kumpulan cerpen horor anonymous
  • kumpulan cerpen korea
  • lihat kumpulan cerpen

Tags: #hantu #horor #korea #seram #serem

author
Penulis: 
Cerpenis asal Jonggol
Cerita Serem: Kucing Hitam
Judul: Kucing Hitam oleh: Anonymous Pernah merasakan bahwa
Cerita Horor: Pandangan Pria Hitam
Ini dimulai bulan lalu, saat yg akan
Cerpen Seram: Go Home
Cerpen Seram: Go Home
Cerpen seram asli – cerita seram dari kisah

Tinggalkan pesan "Cerpen Horor: Jangan Lihat Cermin!"

Baca Juga×

Top