Cerbung: Bingkai Cerita Cinta

Di Cerpen Cinta 1455 views

Untuk Sebuah Inspirasi

Sajak-sajak itu akhirnya tertoreh begitu saja dalam beranda rumah maya Kayla. Ada sebuah judul yang mewakili tulisannya. Sebuah kata hatinya tentang perasaan yang ia rasakan. Sesuatu yang baru kali ini Kayla tafsirkan sebagai murni kekaguman. Tentu saja pada sosok yang sudah tak asing lagi dalam dunia keaktivisan. Seorang pemuda dengan segudang prestasi yang membuat siapa pun berdecak kagum.

Kayla masih mengenang bagaimana pertemuan biasa mereka. Kesan pertama yang tidak terlalu mengesankan. Kayla bahkan merasa tidak harus tertarik pada bintang baru itu kecuali satu hal. Karyanya sudah dicetak oleh penerbit mayor terkenal di negeri ini. Kayla merasa keirian lebih mendominasi saat melihat sosok itu. Bahkan Kayla sempat berprasangka bahwa pemuda itu hanya memanfaatkan kepopuleritasannya untuk menjual karyanya. Meski semua akhirnya terpatahkan ketika gadis itu mulai tabayyun. Mencari tahu latar belakang pendidikan pemuda itu. Mencari tahu aktivitas yang digeluti pemuda itu. Mencari tahu sepak terjangnya. Dan di akhir pencarian itu, kesimpulan Kayla hanya satu. Dia menginspirasi, sekaligus membuat iri. Kayla tidak bisa menampiknya.

Kayla jadi teringat dia mulai membaca bab pertama buku karya Alfa. Judul yang tertera cukup unik. Sangat anak muda malah. Barangkali karena target pembaca Alfa adalah para pemuda-pemudi. Sebenarnya untuk Kayla sendiri, buku karangan Alfa termasuk ringan. Kayla memang membaca semua genre buku. Baik fiksi maupun non fiksi. Sastra maupun ilmiah. Dan dia menyukai bacaan berat untuk non fiksi. Tentu saja buku Alfa tidak termasuk. Tetapi Kayla merasa perlu membacanya. Dia ingin jauh lebih mengenal Alfa lewat pemikiran dan gaya menulisnya.

Kayla masih menatap jendela maya pada laptopnya. Setelah cukup puas dengan sajak-sajak itu, ia memposting tulisannya pada blog pribadinya. Kayla tidak memakai nama asli, melainkan nama mayanya. Afrazaraa juga sebagai username dalam blognya. Sedangkan dia memilih ‘Hujan dan Senja’ sebagai nama rumah mayannya.

Kayla menutup blognya. Lalu kembali bergelut dengan tugas kuliahnya. Belum lima menit dia mengerjakan, ada sebuah pesan whatsapp dari Naisya.

Assalamu’alaikum, Kay!

Ke kajian yuk! Aku sama Tari udah mau otw.

Kajian? Kayla mengingat-ingat ada kajian apa di hari Ahad. Dan dia baru sadar bahwa ada kajian Ahad pagi di masjid Ahmad Dahlan yang jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari rumahnya. Segera gadis itu mengatakan oke pada sahabatnya dan bersiap-siap ke sana setelah sebelumnya menutup semua jendela kerja dan mematikan laptopnya.

***

Akhirnya kajian itu ditutup dengan doa kafaratul majelis dan diikuti salam. Kayla, Naisya dan Tari meluruskan kaki mereka yang sedikit kram karena terlalu lama duduk bersila.

Kajian tadi membahas tentang potensi pemuda dalam dakwah di era digital. Sangat berkaitan dengan tugas mereka sebagai aktivis, walau bagi ketiga gadis itu, aktivis belum sesuai untuk mereka. Ketiganya adalah teman sejak SMA.

Kayla dan Naisya sekelas saat kelas X, sedangkan Tari baru dekat dengan Kayla saat gadis berwajah bulat itu satu kelas dengan Naisya saat naik kelas XI IPA 6. Persahabatan itu terjalin karena sebuah ketidaksengajaan, yang berbuntut pada sebuah ukhuwah indah. Mereka sama-sama berkeyakinan untuk hijrah di jalan yang lebih baik.

Kayla masih ingat, dia mulai belajar memakai setelan gamis dan kerudung panjang di akhir semester tiga. Hampir bersamaan dengan Naisya. Sedangkan Tari, satu semester setelahnya. Karena alasan-alasan indah itu, persahabatan mereka yang dulunya hanya sebatas persahabatan karena dekat saat SMA menjadi lebih kuat karena ada iman di dalamnya. Persahabatan karena Lillah, seperti kutipan yang sering muncul dalam gambar-gambar motivasi.

“Habis ini mau ke mana?’ Tari membuka suara setelah mereka beranjak dari duduk sila mereka.

“Ke Medina Kebab yuk! Laper belum sarapan.” Naisya mengusulkan yang segera disetujui oleh kedua gadis lainnya.

***

Sepuluh menit dalam perjalanan mengantarkan mereka menuju kedai dengan nuansa Arabia di pusat kota. Mereka mengambil meja di dekat jendela yang menyuguhkan pemandangan pekarangan kafe yang asri dan suasana jalan raya yang belum begitu padat. Namun ramai orang berjalan kaki dan jogging mengingat ini akhir pekan.

“Jadi gimana rasanya ketemu sama penulis buku yang mukanya mirip mantan, Kay?” Naisya tanpa berdosa langsung memulai obrolan yang dihindari Kayla. Tentu saja membuat gadis berbingkai kacamata itu melotot ke arahnya.

“Lah, aku ketinggalan banyak hal nih!” Protes Tari.

Kayla hanya mengangkat bahu dan menunjukkan buku orang yang dimaksud pada kedua sahabatnya. “Ini buku dia yang akhirnya kubeli. Lagian aku cuma penasaran kayak apa orangnya.” Dua teman Kayla masih menatapnya, seolah-olah kalimat gadis itu belum selesai.

“Maksudku kayak apa bukunya.” Sambungnya lagi yang mendapat tanggapan oh tak penting dari Naisya dan Tari.

“Aku tahunya dia malah pemain serial religi di youtube. Nggak pernah tahu dia nulis buku.” Tari menimpali.

“Acara di mall kemarin kan kemasannya bedah buku, meski dari cerita temenku aku tahu dia aktor tapi ya gitu, lebih percaya kalau dia penulis. Aku bahkan belum pernah lihat serialnya dia.” Aku Kayla.

“Hellow, kayaknya cuma gue yang letoy tahu deh!”

Tari dan Kayla memandang Naisya dengan tatapan datar. Sedangkan yang ditatap hanya meringis. “Mending kalian ceritain aja deh. Emang sekeren apa sih Alfa-Alfa itu?”

“Aku sih biasa aja, Sya, Cuma dia itu tinggi, kelihatan dewasa dan yah aktivis gitu. Kayla tuh pasti udah kepo banyak tentang Alfa. Eh, ada nih akun twitternya dia. Lihat gih!”

Naisya langsung bersemangat menelurusuri profil Alfa di dalam twitter. Hanya decak dan kata subhallah dan masya Allah yang keluar.

“Nggak sebanyak itu, ladies! Aku penasaran aja saking wajahnya familiar banget.” Kayla melayangkan ketidaksetujuan.

“Alah! Kemarin di WA kamu bilang dia mirip kak Hasan gitu!” ejek Naisya dengan tawa mencibir. “tapi emang iya sih ini di foto sekilas mirip!” akhirnya dia sendiri setuju.

Kayla hanya meringis karena itulah kenyataannya. Harus diakuinya waktu pertama kali melihat sosok Alfa yang tinggi dan berkacamata mengingatkannya pada pemuda yang sudah Kayla lupakan sejak dia memutuskan untuk berhijrah. Karena kefamiliaran wajah itulah, Kayla juga penasaran pada Alfa. Walaupun setelah dipikir-pikir mereka jauh berbeda.

“Awalnya iya, tapi lama-lama mereka beda kok. Beda banget malah.” Kayla kembali bercerita.

“Terus kamu pilih mana Kay kalau dikasih kesempatan milih?” Naisya menggoda.

Kayla mendelik ke arah gadis yang juga berbingkai kacamata sepertinya. Dia jadi menyesal karena curhat habis-habisan lewat WA dengan Naisya.

“Nggak akan ada pengandaian, Sya! Cukuplah ketololanku waktu SMA itu. Dan aku nggak mau mengulang sesuatu yang nggak baik. Lagian cuma di mimpi aja kali aku bisa kenal si Alfa itu.” Ada tawa di ujung kalimat Kayla. Tetapi memang begitulah realitanya. Kayla cukup puas dapat mengenal sosok Alfa itu. Pemuda itu membuatnya terinspirasi untuk memiliki track record bagus. Apalagi dalam menebarkan kebaikan. Kayla merasa iri. Sekaligus terpacu untuk bisa berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tepat saat mereka menyudahi obrolan tentang Alfa, pesanan kebab mereka datang. Namun Naisya masih saja berkomentar sesuatu yang mengejutkan Kayla hingga membuat gadis berjilbab abu-abu itu mematung.

“Aku nggak yakin suatu saat kamu nggak naruh hati sama penulis muda itu, Kay.” Bisiknya halus di sebelah kiri telinga Kayla.

—————-o0o—————–

.

.

.

.

Incoming search terms:

  • kumpulan cerpen dewasa
  • kumpulan cerpen cinta segitiga sedih
  • kumpulan cerpen terkenal 5 halaman
  • cerpen jepang romantis
  • Cerpen Morchris horror
  • cerpen cerita cinta
  • download cerpen bingkai cinta
  • gambar bingkai kepemudaan
  • kumpulan cerbung indonesia
  • Cerita pendek tentang hijrah

Tags: #cerbung #Cinta #hijrah #melankolis

author
Penulis: 
    Cerpen Cinta: Semester Cinta
    Cerpen non fiksi (nyata) tentang cinta yang
    Cerpen Patah Hati: Kau dan dia, saya serta beliau
    Judul cerpen kau dan dia, saya serta
    Cerpen Cinta Romantis: Day by Day
    Judul cerpen day by day (ketika balik
    Cerpen Patah Hati – Yume Monogatari
    Cerpen jepang – Cerpen buatan┬áSri Yulianti, yang

    Tinggalkan pesan "Cerbung: Bingkai Cerita Cinta"

    Baca Juga×

    Top