BERBUNGA DALAM LUMPUR

 

Seperti teratai yang bunganya indah dengan warna yang sangat cantik. Namun ia berbunga hanya di atas air yang berlumpur. Kehidupanya sangat keras. Tapi dia tetap terlihat cantik diantara lingkungan yang kotor. Itulah perumpaan Rianti. Meski harus tinggal di lingkungan yang sangat jauh dari agama tapi ia tampil sangat cantik dan elegan dengan kerudungnya yang panjang.
Hari ini semua orang menyaksikan kecantikan Rianti memakai gaun pengantin yang indah dengan tetap memakai kerudung panjangnya. Tidak ada lagi sindiran yang menyakitkan hati lagi. Rianti sudah membuktikan kalau dengan mengikuti jalan Allah hidup akan lebih indah.

Berbunga dalam lumpur

***
Senin pagi di bulan Januari, matahari muncul dengan indah memancarkan kehangatan pada seisi kota yang mulai disibukan dengan berbagai kegiatan, ada yang pergi sekolah, kerja atau mulai membuka usahanya. Pagi itu Rianti berangkat kerja dengan sedikit kelelahan setelah semalaman begadang mengerjakan tugas kuliah.
Rianti bekerja di salah satu lembaga pendidikan kursus sambil kuliah kelas karyawan. Dengan setelan baju kerja berupa blazer dengan rok panjang hitam dan kerudung panjang yang menjuntai indah ia pergi seperti biasanya.
“Rianti sudah mau berangkat kerja ya?” sapa salah seorang tetangga yang sedang menghuapi makan anaknya sambil duduk di lantai teras rumahnya.
“Iya, Santi. Permisi. Saya pergi dulu.” Rianti pun pergi sambil melewati rumah Santi yang adalah teman SD Rianti dulu.
“Kamu itu sibuk kerja sama kuliah mulu kapan nikah atuh?” sindir, tetangganya yang satu ini yang suka usil. Rianti hanya balas dengan senyuman dan pergi kerja.
Rianti tinggal di sebuah perkampungan dengan adat di sana biasanya diumur 20 tahun seorang wanita harus sudah menikah dan kebanyakan di sana berprofesi sebagai buruh pabrik biasa. Sedangkan Rianti kini sudah berumur 25 tahun, belum menikah dan dari pagi sampai sore dia kerja sedangkan malamnya dia harus kuliah.
Warga sekitar juga sering menyindir Rianti yang memakai kerudung panjang dengan dalih bagaimana bisa ngegaet cowo kalau pakai kerudung panjang gitu. Nggak menarik katanya. Karena di kampung tersebut hampir semua tidak memakai kerudung dan sangat awam dengan agama.
Orang tua Rianti mulai khawatir dengan anaknya yang satu ini. Orang tua Rianti sering juga kena sindir warga karena ‘anaknya kuper banget’ kata mereka. Diantara ketiga anaknya hanya Rianti yang memang berbeda, jika adiknya yang kini berumur 20 tahun, sudah bekerja dan sudah punya pacar sedangkan Rianti masih sendiri saja. Ibu nya takut jika Rianti keduluan ditinggal nikah sama adiknya itu.
Dan memang benar saja kekhawatiran ibunya Rianti. Pagi itu saat Rianti sedang bekerja, Adiknya Rianti bernama Rita bilang pada ibunya bahwa pacarnya nanti sore mau datang untuk melamarnya. Sontak ibunya kaget dan bilang untuk menundanya dulu sampai kakaknya menikah. Namun Rita bilang.
“Bu, aku nggak mau jadi perawan tua kayak kakak. Umurku sudah 20 tahun nanti apa kata tetangga jika aku belum menikah? Aku malu Bu.” Tegas Rita.
Dan akhinya sang ibu menuruti apa kata anaknya ini karena ia tidak mau ada 2 orang perawan tua di rumahnya. Akhirnya dengan berat hati ia menerima lamaran pacar Rita.
Sore harinya Rianti tampak terkejut melihat adiknya sudah dilamar dan akan segera menikah. Pernikahanya akan di adakan pada bulan Desember, pas hari ulang tahun Rita.
Dalam hati Rianti ada sebuah kecemburuan dan kebingungan. Dalam kesendirianya di malam selesai shalat malam ia memohon pada Allah agar segera ditemukan dengan jodohnya. Ia pun menitikan air mata dan terus memohon belas kasihan Allah agar segera bisa menikah.
***
Hari-hari Rianti kini semakin sibuk dengan skripsi. Bulan April ini ia harus sudah diwisuda. Karena itu ia bergadang siang malam untuk menyelesaikan skripsinya. Syukurnya dia memiliki dosen pembimbing yang baik sehingga dia bisa menyelesaikan skripsinya dengan cepat dan tepat pada waktunya.
Rianti memang anak yang pintar sehingga banyak dosen yang kenal padanya termasuk dosen pembimbingnya ini. Namanya Ibu Dewi. Selama masa bimbingan Rianti menjadi sangat dekat dengan dosean yang satu ini bahkan tak jarang ia mengeluarkan semua keluh kesahnya, baik di tempat kerja bahkan masalah adiknya yang mau menikah ia ceritakan pada Ibu Dewi. Rianti merasa sedih karena adiknya mau mendahuluinya untuk menikah apalagi tetangga sudah banyak yang menggunjingkanya.
Ditengah kebingunganya, sang dosen melemparkan sebuah pertanyaan.
“Apa kau sudah siap nikah?”
“InsyaAllah siap bu. Saya siap untuk menikah.” Dengan lantang Rianti menjawab.
“Ibu sudah kenal denganmu dengan baik, karena itu ibu mau menjodohkan kamu dengan anak ibu.”
Wajah Rianti nampak terkejut dan senang. Memang Allah maha mendengar. Dia mendengar jeritan hati Rianti yang ingin segera menikah dan kini Allah mengabulkannya.
***
Pada akhir bulan April tepatnya seminggu setelah wisuda. Keluarga Ibu Dewi datang ke rumah Rianti untuk melamar. Ditengah kekhawatiranya karena adiknya mau mendahului nikah, betapa senangnya ibunya Rianti karena anaknya yang kuper ini ada yang mau meminang. Apalagi yang melamarnya adalah seorang dosen dan anaknya sekarang berprofesi sebagi dokter di sebuah rumah sakit besar di kota tersebut.
Kabahagian yang berlipat-lipat. Setelah minggu kemarin ibunya bangga karena anaknya selesai kuliah dengan gelar cum laude. Kini dia bisa menikah dengan seorang dokter. Sang ibu merasa bangga punya anak yang membanggakan orang tua. Dia tak lagi merasa malu dengan Rianti. Kini nama keluarganya terangkat dengan Rianti bisa menikah dengan seorang dokter dan memiliki ibu mertua seorang dosen.
Keluarga Rianti memang dari keluarga yang pas-pasan. Ayahnya hanya seorang buruh pabrik dan ibunya buka warung kecil-kecilan di rumahnya.
Orang-orang yang dulu menggunjingkanya selama ini menjadi diam dan merasa malu. Rianti yang selama ini diam saja, membuktikan bahwa dia bisa lebih baik dari mereka. Dia kuliah dan tidak menjadi buruh pabrik seperti mereka. Malah bekerja disebuah lembaga pendidikan.
Memang dengan ilmu dan dengan pertolongan Allah semua akan menjadi mudah. Tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh Rianti untuk berpaling dari Allah meski dalam keadaan yang sepertinya tidak mungkin dia tetap mengharapkan pertolongan hanya dari Allah dan Allah tidak akan mengecewakan hati hambanya yang hanya bergantung padanya.
***
Persiapan pernikahan dilaksanakan sangat cepat. Persiapan hanya sekitar 3 bulan dan semua dana pernikahan dari pihak laki-laki. Pernikahan dilaksanakan pada bulan Juli dengan konsep pernikahan sangat mewah karena banyak kolega dari Ibu Dewi yang sangat banyak.
Rianti yang tadinya merasa gundah karena akan didahului menikah oleh adiknya Rita kini semua berubah karena Rianti menikah lebih dulu.
Di hari pernikahan semua tamu undangan terpana akan kecantikan Rianti yang dibalut kerudung menjuntai panjang.
Semua akan indah pada waktunya. Percayalah pada Allah.
***

About Retno P.

Seorang ibu rumah tangga berasal dari Bandung yang memiliki hobi menulis. Ingin menyampaikan ide-ide ceritanya dalam sebuah karya tulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *