Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi

Di Cerpen Anak 415 views

Singkat cerita, Adam dan Hawa akhirnya harus meninggalkan surga karena larangan untuk tidak memakan buah larangan Allah, telah dilanggar. Hal tersebut akibat dari godaan iblis yang merayu Adam dan Hawa. Adam dan Hawa tak henti-hentinya menangis karena menyesali perbuatannya.

Setelah mendapat ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala, Adam dan Hawa dipindah oleh Allah dari Surga ke Bumi, dengan memisahkan mereka berdua.

doa nabi Adam dan Hawa

Bertahun-tahun berpisah, saling mencari, saling berdoa agar Allah mempertemukan mereka, akhirnya Adam dan Hawa dipertemukan di Jabal Rahmah. Barulah Adam dan Hawa hidup tenang.

Kemudian, Allah subhanahu wa ta’ala mengaruniai mereka banyak putra dan putri. Diantara putra-putranya, terdapat Qabil dan Habil. Qabil adalah anak Adam yang bersaudara kembar dengan Iqlima. Sedangkan Habil adalah anak Adam yang bersaudara kembar dengan Liyudza.

Ketika mereka sudah dewasa, turunlah perintah Allah kepada Nabi Adam untuk mengawinkan anak-anaknya. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Adam Alaihissalam agar jangan mengawinkan dengan saudara kembarnya. Jadi, Qabil harus dinikahkan dengan Liyudza, sedangkan Habil harus menikah dengan Iqlima, saudara kembar Qabil.

Ketika Adam menyampaikan hal ini kepada Qabil, ia tidak menerimanya. Qabil sebelumnya memang sudah mencintai Iqlima, saudara kembarnya yang cantik itu. Karenanya, ia sangat menginginkan menikah dengan Iqlima. Qabil merasa gelisah dan selalu terbayang-bayang wajah adik kembarnya, Iqlima. Ia merasa keputusan Ayahnya itu tidak adil.

Pada saat itulah iblis datang mempengaruhi Qabil. “Wahai Qabil, keputusan itu tidaklah adil, tak benar dan berat sebelah. Ternyata Ayahmu lebih sayang kepada Habil daripada kepadamu, Qabil. Mengapa Iqlima yang cantik itu dikawinkan dengan Habil, sedangkan Liyudza yang buruk rupa itu diberikan kepadamu. Ini tidak pantas sama sekali. Tidak pantas jika kau mendapatkan Liyudza. Bayangkan betapa senangnya punya istri nan cantik seperti Iqlima. Seharusnya Iqlima menjadi istrimu, karena ia lahir kembar bersamamu,” hasutan iblis.

Hasutan iblis rupanya berhasil mempengaruhi Qabil. Ia bertambah gelisah dan tidak bisa berpikir jernih sama sekeli. Bayangannya selalu tertuju pada Iqlima.

Kemudian, Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Adam Alaihissalam agar Habil dan Qabil melaksanakan qurban. Nabi Adam pun menyampaikan hal ini kepada anak-anaknya. Diam-diam, Qabil tidak setuju dengan aturan itu. Qabil merasa enggan mengurbankan hasil ladangnya itu.

Qabil memang mempunyai tabiat buruk. Qabil juga keras kepala, mudah tersinggung, kasar, dan kikir. Terlebih lagi Qabil mudah terkena hasutan iblis.

Pada waktu yang telah ditentukan, Qabil dan habil mempersembahkan qurban mereka. Habil memilih domba yang terbaik. Sedangkan Qabil memilih gandum yang jelek dari hasil panennya.

Kedua kurban tersebut diletakkan di atas sebuah gunung. Tak berapa lama, api menyambar dari langit ke atas gunung itu. Setelah itu, Qabil dan Habil naik ke puncak gunung itu, untuk melihat qurban siapakah yang diterima. Ternyata qurban yg diterima ialah kurban milik Habil. Hal ini membuat Qabil semakin dendam kepada Habil.

Pada waktu Adam Alaihissalam pergi ke Mekkah untuk menerima wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala, diam-diam Qabil berniat membunuh Habil, yang sudah dipengaruhi si iblis. Ketika Habil sedang menggembala domba-dombanya seorang diri. Qabil menghampirinya, Ia terlebih dahulu mengikat kaki dan tangannya. Inilah pembunuhan pertama kali di muka bumi ini.

Setelah membunuh adiknya Habil, Qabil pun merasa bingung. Ia merasa menyesalinya dan tidak tahu harus diapakan jasad adiknya ini.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala menyuruh seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepada Qabil bagaimana ia seharusnya menguburkan mayat saudaranya itu. Kebetulan pada saat itu sang burung gagak akan menguburkan gagak yang telah mati. Segera digalinya tanah dengan paruh dan cakarnya, lalu dimasukkannya mayat gagak ke dalam, lalu ditimbunnya dengan tanah.

Qabil yang dari tadi memperhatikan gagak tersebut langsung mulai menyadari hal tersebut. Dalam hati dia berkata,”Mengapa aku tidak mencontoh apa yang diperbuat burung gagak itu.” Ia pun meniru apa yang sudah dilakukan burung gagak tadi. Setelah menguburkan Habil adiknya, menurut riwayat, Qabil berlari masuk ke hutan dan tak pernah kembali lagi meninggalkan ayah dan ibunya.

Dikutip dari berbagai sumber.

Tags: #anak #cerpen anak #islami

author
Penulis: 
Cerpenis asal Jonggol
Cerpen Keluarga: Dangerous Woman oleh Deesya
Judul Cerpen Dangerous Woman Kategori: Cerpen Anak,
Cerpen Anak: Cerpen Kancil dan Sahabatnya
Judul cerpen kancil dan sahabatnya Cerpen karangan:

Tinggalkan pesan "Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi"

Baca Juga×

Top