Cerpen Keluarga: Dangerous Woman oleh Deesya

Di Cerpen Anak, Cerpen Keluarga 766 views

Untung saja tak ada yang mendengar Cleo jatuh tersandung kabel televisi. Cleo segera bangkit dan menaiki tangga menuju kamarnya. Bodohnya ia lupa kalau ia mau minum.

“Ah, biarkan saja. Yang penting aku sudah dapat bukti kalau Paulin itu jahat!” pikir Cleo yang langsung menarik selimut putihnya, Dan segera tidur.

Keesokan harinya Cleo bangun bersamaan dengan Casie.
“Morning, Cleo!” Sapa Casie. Ia lupa kalau kemarin bertengkar dengan Cleo
“Ah, morning Cas! Eh iya ada yang mau aku tunjukin ke kamu” Cleo merogoh kantong celana tidurnya. Dia menyalakan handphonenya Dan segera membuka galeri.
“Ini video kemarin malam” Cleo memberikan handphonenya kepada Casie. Casie menontonnya dengan serius tanpa berkedip.

“Ya ampun Cleo, perasaanmu selalu bener! Dia berusaha membuka lemari koleksi guci emas Papa!” Teriak Casie
“Tutup mulutmu! Bisa-bisa Paulin mendengar” kata Cleo dengan marah “Bagaimana kalau kita laporin ke Mama?” Usul Cleo
Casie menggeleng, “Kamu kayak nggak ngerti sifat Mama. Kalau kamu kasih tau, nanti Mama pasti tanya ke Paulin”
“Iya, bener juga” ujar Cleo “kita Mandi dulu aja. Nanti kita ngobrol di taman depan”
Casie mengangguk, dia segera menuju kamar mandi yang letaknya di sudut kamar mereka. Sedangkan Cleo mandi di sebelah kamar mandi yang dipakai Casie.

Setelah mandi mereka turun dan harus sarapan dulu. Mama dan Paulin tampak berbincang-bincang di ruang makan.
“Hai Cleo, Hai Casie! Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian” ujar Paulin
Cleo Dan Casie tersenyum simpul. Mereka sarapan bubur ayam dengan lahap. Setelah itu mereka segera ke taman depan.

“Kita susun rencana di sini” ujar Casie sambil duduk di ayunan berwarna putih.
“Kemarin lusa aku baca buku detektif. Di situ tertulis, kita harus menjebak musuh kita terlebih dahulu” kata Cleo sambil memakai bando
“Kita harus menjebak Paulin. Aha! Begini saja. sst.. Sst..” Bisik Casie sampai Cleo mengangguk dengan cepat.

Casie dan Cleo kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Paulin membersihkan lemari kaca Papa yang berisi guci emas. Casie Dan Cleo diam-diam meletakkan kalung emas Casie di meja makan lalu mengumpet di balik jam besar di sebelah kulkas. Paulin melihat kalung emas Casie di meja makan dan mengamati sebentar lalu memasukkannya ke dalam celemek yang dipakainya. Tepat setelah itu Casie berhasil mereka kejadian itu menggunakan handphonenya. Mereka cepat-cepat menaiki tangga dan menuju kamar mereka.

“Fiuh. Untung saja Paulin tak melihat kita” kata Cleo sambil merebahkan diri ke kasur
“Hei hei jangan enak-enakan! Lalu setelah ini kalungku bagaimana?” Protes Casie sambil menarik tangan Cleo.
Cleo berpikir sejenak. Lalu mengambil handphonenya yang berada di meja rias, “bagaimana kalo kita telepon saja polisi?”
“Kita nggak punya nomornya” ujar Casie sambil menatap Cleo
“Kamu bodoh sekali. Papanya Karin kan polisi, dan aku punya nomor teleponnya” Cleo menatap ganti saudarinya
“Ya sudah. Telepon sajalah. Nanti urusan Mama gampang. Om Iwan, papa Karin mungkin bisa jelasin ke Mama” kata Casie dengan enteng
“Oke aku telepon. Nggak nyangka bisa ngalamin petualangan kayak gini” jari-jari mungil Cleo menekan tombol telepon.

“Halo. Selamat pagi om Iwan. Iya saya Cleoputra teman Karin. Begini juru masak sementara saya berhasil mencuri kalung emas adik saya. Iya Cassindro. Namanya? Paulin om. Orangnya? Cantik, langsing, dan dandanannya menor. Apa? Oh begitu. Saya tunggu om. Terima kasih.” Cleo menutup teleponnya.

“Apa kata Om Iwan?” Tanya Casie
“Katanya Paulin itu wanita habis keluar penjara. Habis ini om Iwan bakal ke sini” kelas Cleo
“Apa? Ya Tuhan. Ayo kita turun” ajak Casie yang disusul dengan anggukan Cleo.

Ternyata om Iwan sudah datang dengan memakai kemeja biasa bersama rekannya yang saat ini berbincang dengan Mama. Untunglah ternyata Paulin sedang ke kamar mandi. Casie Dan Cleo langsung ke sana.

“Ini buktinya” bisik Cleo sambil menyerahkan handphonenya yang berisi rekaman video. Mama dan om Iwan melihat dengan serius setelah itu ganti melihat rekaman video yang ada di handphone Casie.
“Ya Tuhan, ternyata dia benar-benar penjahat” ujar Mama
“Ya bu. Dia barusan saja keluar dari penjara 2 minggu yang lalu” kata om Iwan

Setelah Paulin keluar dari kamar mandi, om Iwan bersama rekannya langsung menangkapnya dan menyuruh Paulin masuk ke dalam mobilnya. Kalung dan sejumlah barang bukti lain ikut dibawa.

“Untunglah” kata Casie menghela napas lega
“Kenapa Mama nggak diberi tahu?!” Protes Mama.
“Nanti panjang deh urusannya” kata Cleo dengan enteng disusul dengan tawa kecil Casie.

Mama hanya menggelengkan kepalanya sambil mengucap syukur. Hari ini kedua putrinya berhasil menangkap penjahat!

Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto
Blog: lovelydeesya.blogspot.com
Line: huanjunjian

Incoming search terms:

  • cerpen keluarga
  • contoh cerpen non fiksi dangerous woman
  • kumpulancerpen com

Tags: #anak #keluarga

author
Penulis: 
Cerpenis asal Jonggol
Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi
Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi
Singkat cerita, Adam dan Hawa akhirnya harus
Cerpen Anak: Cerpen Kancil dan Sahabatnya
Judul cerpen kancil dan sahabatnya Cerpen karangan:

Tinggalkan pesan "Cerpen Keluarga: Dangerous Woman oleh Deesya"

Baca Juga×

Top