Cerpen Keluarga: Dangerous Woman oleh Deesya

Di Cerpen Anak, Cerpen Keluarga 765 views

Judul Cerpen Dangerous Woman
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga

Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto
Blog: lovelydeesya.blogspot.com

Waktu sekolah sudah habis. Cassindro dan kembarannya, Cleoputra menghabiskan masa liburnya di rumah. Cassindro atau lebih akrab dipanggil Casie menguncir dua rambut hitamnya yang lurus. Dia nampak seperti gadis loly di anime. Sedangkan, Cleo mengurai rambut seginya. Memang, Casie Dan Cleo bukan kembar identik seperti anak-anak kembar pada umumnya.

masa minum teh kurang sepuluh menit lagi, Casie Dan Cleo langsung menuju kebun belakang yang bisa digunakan untuk tempat minum teh. Namun mereka tak melihat Mela, juru masak di rumah mereka.

“Bunda, Mela dimana???” tanya Cleo yang melihat Bundanya duduk di ruang keluarga sambil membaca Buku Cerita.
Bundanya melihat kedua putrinya langsung menyuruh mereka duduk di sebelahnya, “Mela sedang menjenguk ibunya yang sedang sakit. Makannya Mela izin cuti bekerja, sayang”
Air muka Casie langsung berubah kecewa, “Lalu???”
“Ya, lalu Mela sementara akan diganti oleh Paulin, juru masak sementara kita” kata Bunda sambil mengelus rambut hitam Casie.
“Mana orangnya, ma???”

Ting Tong, bel berbunyi. Bunda segera bangkit dari sofanya dan membuka pintu.
“Sepertinya itu orangnya, Cas” Cleo menunjuk orang yang berbincang-bincang dengan Bunda. Orangnya langsing, cantik. tak seperti juru masak pada umumnya, Akan tetapi sayang dandanannya menor.
“Orangnya cantik. Akan tetapi dandanannya menor seperti ibu-ibu” celetuk Casie

Orang yang bernama Paulin tadi masuk ke dalam rumah sambil membawa tas koper merahnya dengan Bunda

Wanita yang bernama Paulin itu menyapa Casie dan Cleo
“Hai gadis-gadis cantik! Kalian pasti Cassindro dan Cleoputra!” Paulin mengedipkan mata sebelah ke mereka dan mengulurkan tangannya.
Casie menjabat tangan Paulin, “aku, Cassindro. Panggil saja Casie”
Pauline mengangguk, “kamu manis Casie!” Puji Paulin
Lalu gantian Cleoputra menjabat tangan Paulin, “Aku Cleo” ujar Cleo Anda Siapa???” Sambung Cleo yang pura-pura tak tahu.
Paulin menghela napas, “Aku Paulin, juru masak sementara kalian!”
Casie, Cleo Dan Bunda tersenyum.
Mereka akan menyukaiku, pikir Paulin
“Kamu bisa mulai jadi juru masak hari ini juga” ujar Bunda

Paulin melihat arlojinya, “Oh! Sudah masa minum teh. Aku akan membuatkan teh dan camilan, nyonya” Paulin segera ke dapur dan mulai membuatkan teh dan camilan.

Casie dan Cleo menunggu Paulin sambil mengutak-atik handphonenya masing-masing. Tak lama kemudian Paulin masuk ke kebun belakang sambil membawa nampan berisi teh melati dan pai susu.

“Terima kasih Paulin. Aku suka pai susu!” Casie memakan pai susu buatan Paulin. Wanita yang dipanggil Pauline hanya tersenyum lebar. Lalu kembali ke dapur.

“Casie, aku tak suka dengan Paulin” kata Cleo tiba-tiba
Casie yang menggigit pai terakhirnya mengernyitkan dahi, “Memangnya kenapa??? Paulin orang baik-baik kok”
“Entahlah. Perasaanku tak enak. Tahun lalu perasaanku benar kan tentang Maura teman kita???”
“Iya sih. Akan tetapi ini lain. Dia tak jahat kok. Ah, perasaanmu selalu begitu terhadap orang baru.” Casie memandang saudaranya dengan tajam.
“Sst dia datang!” Bisik Cleo.

Paulin yang mengenakan celemek merah muda Mela terlihat lebih cantik sore itu. Dia menghampiru Cleo Dan Casie.
“Bagaimana, apakah enak pai susunya???” Tanya Paulin yang membersihkan meja makan.
“Tentu Paulin!” Ujar Casie yang tersenyum sangat manis.
“Ah, syukurlah kalau begitu. Papamu pulang malam???” Tanya Paulin lagi yang kali ini sedang mengelap meja
“Ah tak. Papaku sedang pergi ke luar kota” jawab Casie. Cleo hanya memandang tajam kepada saudarinya, Casie.
Paulin yang sudah membersihkan meja kembali ke dapur.

“Casie, ngapain kamu beritahu segala???” Katanya pada Casie
“Paulin tanya. Tentu saja harus dijawab! Kamu ini kenapa sih???” Kata Casie tersinggung.
Cleo hanya mengangkat bahu dan menaiki anak tangga menuju kamarmya.

Malamnya Cleo menonton film sedangkan Casie bermain dengan Paulin.
Tok. Tok. Tok. Pintu kamar diketuk. Cleo pikir itu Casie jadi Cleo berteriak, “MASUK! NGGAK DIKUNCI!”
Yang masuk ternyata Bunda. Cleo meminta maaf karena tadi sudah berteriak, “Maafin Cleo, ma. Kupikir Casie jadiā€¦”
“Nggak apa-apa. Memangnya kamu kenapa nggak main sama Casie dan Paulin???” tanya Bunda
“hm. Sebenernya Cleo nggak suka sama Paulin” kata Cleo sambil membuka selimutnya
“Memangnya kenapa???”
“Entahlah, ma. Mungkin dari perasaanku dan dandanannya hm.. Menor.” Cloe menutup wajahnya dengan bantal
Bunda sambil tersenyum berkata, “Cleo nggak boleh begitu ya. Hanya dandanannya menor Cleo dengan mudah tak menyukai Paulin. Cleo pokoknya mulai hari ini Cleo harus berusaha menyukai Paulin. Mengerti???” Tegas Bunda. Kalau Bunda sudah menggunakan bahasa baku berarti Bunda mau perintahnya dituruti. Dan Cleo mulai hari ini akan belajar menyukai Paulin.

Jam menunjukkan pukul 11 malam. Cleo terbangun karena ingin minum.

“Haus. Mungkin aku harus turun sambil minum” pikir Cleo.

Cleo turun tangga dan mau menuju kulkas tiba-tiba dia melihat Paulin mengamati lemari Papa yang berisi koleksi guci emas. Cleo langsung sembunyi di balik kulkas dan mengamati yang dilakukan. Paulin mencoba membuka lemari yang dikunci itu! Cleo yang tak sengaja merogoh kantong celananya, ternyata terdapat handphonenya dan dengan segera Cleo merekam kejadian tersebut.

“Untung saja lemari Papa dikunci” pikir Cleo. Lalu Paulin dengan kecewa kembali ke kamarnya yang ada di dapur.
“Aku harus segera kembali” pikir Cleo namun dia malah tersandung kabel televisi.

Incoming search terms:

  • cerpen keluarga
  • contoh cerpen non fiksi dangerous woman
  • kumpulancerpen com

Tags: #anak #keluarga

author
Penulis: 
Cerpenis asal Jonggol
Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi
Pembuhuhan Pertama Kali di Muka Bumi
Singkat cerita, Adam dan Hawa akhirnya harus
Cerpen Anak: Cerpen Kancil dan Sahabatnya
Judul cerpen kancil dan sahabatnya Cerpen karangan:

Tinggalkan pesan "Cerpen Keluarga: Dangerous Woman oleh Deesya"

Baca Juga×

Top